Antrean Truk Sawit di Rupat Mengular, DPRD Riau Desak Prioritas Penyeberangan
PEKANBARU, (Cakrawalapos.id) – Komisi IV DPRD Riau memanggil Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau, terkait penumpukan antrean panjang truk sawit di Rupat, Bengkalis, Kamis (2/4/2026).
Anggota Komisi IV DPRD Riau, Khairul Umam, mengatakan bahwa kendala yang terjadi di Rupat itu adalah masyarakat tidak bisa jual sawit karena ram-ram atau penampungan sawit itu penuh. Ram itu penuh karena sawit tidak dijual keluar dari Rupat.
Hal itu terjadi karena truk angkutan sawit yang hendak menyeberang ke Dumai tidak masuk dalam prioritas selama Lebaran Idulfitri.
“Ram-ram itu tidak bisa mengambil sawit masyarakat lagi karena tadi tidak bisa menjual ke luar. Sehingga mereka menahan buah di penyeberangan. Jadi ram itu akan mengambil atau membeli sawit masyarakat kembali kalau sudah terjual yang ini sudah terjual dan baru berani mengambil lagi,” ujar Khairul Umam.
Ia menyebut, penumpukan truk sawit yang hendak menyeberang Dumai sudah terjadi jauh sebelum lebaran Idulfitri lalu. Namun dari keterangan Dishub, kata Khairul Umam, ternyata penumpukan truk sawit itu terjadi karena tidak masuk dalam prioritas SKB tiga menteri.
Berdasarkan SKB tersebut, Selama masa lebaran Idulfitri, angkutan sawit tidak masuk dalam prioritas angkutan kapal penyeberangan. Angkutan kapal akan diprioritaskan pada kebutuhan pokok seperti bahan pokok makanan dan lain-lainnya.
Akibat penumpukan tersebut, sebut Khairul Umam, harga sawit di petani pun jauh turun. Bahkan harga sawit turun setengah harga dari harga normal saat ini.
“Dengar-dengar informasi harga sawit sampai cuma Rp1700 di tingkat petani, itu kan kasihan gitu. Padahal sekarang ini di atas Rp3000,” ungkapnya.
Namun begitu, pihaknya telah menerima keterangan dari Dishub. Dalam waktu dekat, akan ada tambahan kapal yang beroperasi.
“Seharusnya ada tiga kapal yang beroperasi. Namun karena satu kapal yang di docking, sehingga yang beroperasi hanya dua kapal. Nah, docking ini sudah dibayar dan kabarnya akan mulai beroperasi kembali pada tanggal 10 April ini,” terangnya.
Wakil Ketua Fraksi PKS itu menambahkan bahwa kondisi antrean di pelabuhan mulai terurai. Dirinya berharap, dengan beroperasinya satu kapal tambahan, bisa membantu menyelesaikan permasalahan masyarakat Rupat beserta ekonomi di sana.
Kemudian dalam rapat tersebut juga disepakati Komisi IV agar angkutan sawit dari Rupat ke Dumai juga menjadi prioritas penyeberangan. Hal itu menyangkut ekonomi masyarakat Rupat yang bergantung pada perkebunan sawit.
Jika harga sawit turun karena penyeberangan yang terbatas, tentunya akan berdampak pada ekonomi masyarakat di sana. Oleh sebab itu, Komisi IV pun meminta Dishub untuk mengusulkan angkutan sawit dalam prioritas penyeberangan.***
