Dishub Bengkalis Benahi Fasilitas Sebelum Penerapan e-Ticketing Permanen
BENGKALIS , (Cakrawalapos.id) – Penerapan tiket online untuk kendaraan roda empat pada penyeberangan Bengkalis–Sei Selari resmi berakhir pada 30 Maret 2026. Pasca itu, sistem penyeberangan kembali menggunakan metode manual.
Kendati demikian, perubahan selama penerapan e-ticketing dengan aplikasi Trips dinilai membawa dampak positif. Sejumlah pihak mengakui pelayanan penyeberangan antar pulau di Bengkalis mengalami peningkatan signifikan dan berjalan lebih tertib.
Hal ini juga mendapat perhatian dan apresiasi dari Ombudsman RI Perwakilan Riau. Ombudsman berharap sistem penyeberangan berbasis online dapat diterapkan secara reguler, baik untuk kendaraan roda empat, roda dua, maupun pejalan kaki, guna menghindari polemik penerobosan antrean seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, mengatakan untuk penerapan berbasis online secara permanen pihaknya masih melakukan sejumlah evaluasi berdasar masukan dan kebutuhan suskesnya penerapan tersebut.
“Memang banyak saran dan masukan terhadap aplikasi kita. Salah satunya terkait belum adanya informasi sisa kuota per trip kapal. Ke depan akan kita benahi, misalnya dari 10 tiket yang tersedia, jika sudah dibeli satu maka tersisa sembilan atau langsung terlihat sold out,” ujarnya kepada CAKAPLAH.com Rabu (1/4/2026).
Selain itu, Dishub juga berencana meningkatkan sistem pengawasan melalui penambahan titik pemindaian barcode untuk antisipasi penyerobotan antrean.
“Sekaeang barcode hanya satu di pintu masuk. Ke depan kemungkinan akan kita tambah menjadi dua atau tiga titik untuk mengantisipasi penerobosan antrean,” jelasnya.
Untuk penumpang pejalan kaki, Dishub juga tengah menyiapkan sistem berbasis digital. Salah satu rencana yang akan dilakukan adalah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk penerapan auto gate.
“Untuk pejalan kaki sudah ada konsepnya. Insyaallah akan kita kontrakkan dengan pihak ketiga, termasuk penggunaan auto gate,” tambah Ardiansyah.
Ke depan, aplikasi e-ticketing juga akan didorong masuk ke platform Play Store agar lebih mudah diakses masyarakat. Berbagai pembenahan lainnya juga akan dilakukan, termasuk peningkatan fasilitas pelayanan di kedua pelabuhan.
Dishub menargetkan penerapan kembali e-ticketing dapat dilakukan secara maksimal dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
Transformasi BLUD
Selain itu, transformasi pengelolaan pelabuhan RoRo menuju Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) juga tengah dikaji.
“Sebelum penerapan e-ticketing kemarin, kajian BLUD sudah kita lakukan. Saat ini kita juga sudah meningkatkan status UPT dari tipe B menjadi tipe A. Target kita ke depan adalah menuju BLUD,” ungkap mantan Kadis PUPR Bengkalis, Ardiansyah.
Menurutnya, banyak kelebihan jika pelabuhan dikelola dengan sistem BLUD, di antaranya fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran yang dapat langsung dimanfaatkan oleh manajemen pelabuhan.
“Dengan BLUD, pendapatan bisa dikelola sendiri untuk peningkatan layanan. Selain itu, kesejahteraan pegawai juga bisa lebih diperhatikan, seperti adanya tambahan insentif dan uang lembur termasuk pembelian kebutuhan mendesak bisa dilakukan BLUD tanpa proses penganggaran layaknya saat ini,”pungkasnya.
Perhatikan Khusus Bupati
Bupati Bengkalis Kasmarni memberikan perhatian khusus terhadap pelayanan penyeberangan RoRo Bengkalis. Bahkan, beberapa kunjungan dilakukan orang nomor satu itu baik di Dishub sendiri untuk mendapatkan penjelasan peningkatan layanan bahkan langsung ke pihak kapal.
Kasmarni, menekankan agar apa yang diupayakan ini betul-betul memberikan dampak signifikan terhadap layanan prima bagi pengguna jasa RoRo. Sehingga tidak ada lagi tindakan-tindakan yang menimbulkan keresahan bagi masyarakat pengguna transportasi penyebarangan.
“Kita tetap berkomitmen untuk terus berupaya memberikan layanan terbaik khususnya kepada pengguna jasa transportasi RoRo,”ucapnya belum lama ini.***
