Update Karhutla Riau: Pelalawan hingga Dumai Padam, Operasi Udara Terus Berlanjut
PEKANBARU, Cakrawalapos.id– Upaya terpadu penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau membuahkan hasil signifikan. Berdasarkan data periode 1 Januari hingga 31 Maret 2026, total luasan lahan yang berhasil dipadamkan telah mencapai 3.022,88 hektar.
Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar Provinsi Riau saat ini mengerahkan tiga unit helikopter serta pesawat khusus untuk menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mempercepat pemadaman di area-area krusial.
Kepala BPBD dan Damkar Riau, Edy Afrizal, melalui Kabid Kedaruratan, Jim Gafur, menjelaskan bahwa pengerahan tim udara difokuskan pada wilayah yang sulit dijangkau tim darat.
Penanganan dilakukan secara terpadu. Baik darat maupun udara, untuk memastikan api tidak meluas dan dapat segera dipadamkan,” ujar Jim Gafur, Kamis (2/4/2026).
Laporan terkini menyebutkan titik api di Pelalawan, Dumai, Indragiri Hilir (Inhil), dan Indragiri Hulu (Inhu) telah berhasil dipadamkan. Pencapaian ini didukung oleh Heli Patroli BNPB: 21 sortie, Heli Patroli Kemenhut: 9 sortie dan Heli Water Bombing BNPB: Melakukan 13 sortie dengan 710 kali pengeboman air, menghabiskan sekitar 3,19 juta liter air untuk menjinakkan api.
Selain pemadaman langsung, upaya preventif dan pemadaman skala luas dilakukan melalui hujan buatan. Unit BNPB telah melaksanakan 9 sortie Operasi Modifikasi Cuaca.
“Untuk penyemaian, sebanyak 9.000 kilogram (9 ton) garam (NaCl) telah ditebar di awan yang memiliki potensi hujan. Tim darat maupun udara terus berupaya maksimal,” tambah Jim.
Luasan 3.022,88 hektar yang tertangani hingga akhir Maret ini menjadi indikator kesiapsiagaan personel di lapangan. BPBD Riau terus memantau titik panas (hotspot) di wilayah Bengkalis dan sekitarnya untuk memastikan tidak terjadi eskalasi kebakaran baru di tengah cuaca yang dinamis.***
