15 Rumah di Simpang Gaung Terbakar, Pemkab Inhil Dituntut Gerak Cepat Bantu Korban
INHIL, Cakrawalapos.id – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Jalan Merdeka, Dusun Pasar Lama RT 01 RW 01, Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Sebanyak 15 unit rumah dilaporkan hangus terbakar dan 21 kepala keluarga (KK) terpaksa kehilangan tempat tinggal.
Sekretaris Jenderal Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kecamatan Gaung (IPPMKG) Hadi Surya Pratama menyampaikan duka mendalam atas musibah tersebut. Ia menyebut tragedi yang menimpa warga Simpang Gaung menjadi duka bersama bagi seluruh pemuda dan mahasiswa Gaung.
“Kami sangat terpukul mendengar kabar ini. Di saat saudara-saudara kita sedang menjalankan ibadah puasa, mereka justru harus kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Ini adalah ujian berat bagi kita semua,” ujar Hadi, Rabu (25/2/2026).
Sebagai bentuk kepedulian, kata Hadi, IPPMKG menyatakan akan segera mengambil langkah konkret dengan menggalang bantuan untuk para korban. Organisasi tersebut juga mengajak seluruh elemen pemuda dan mahasiswa untuk bersama-sama menunjukkan solidaritas kemanusiaan.
“Kami akan menggerakkan aksi penggalangan bantuan dan memastikan ada sumbangsih nyata untuk meringankan beban para korban,” tegasnya.
Selain itu, IPPMKG turut mendesak Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk bergerak cepat menangani dampak kebakaran. Hadi meminta Bupati Inhil segera turun langsung ke lokasi guna memastikan kebutuhan dasar warga terdampak agar dapat terpenuhi.
“Kami mendesak Penjabat Bupati Inhil untuk segera turun ke lapangan, meninjau langsung kondisi warga, dan memastikan bantuan darurat segera sampai. Kehilangan 15 rumah bukan angka yang kecil, mereka butuh hunian layak, logistik, dan santunan segera agar tetap bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan layak,” tegasnya lagi.
IPPMKG menyampaikan akan terus memantau perkembangan di lapangan hingga bantuan dari pemerintah benar-benar tersalurkan secara merata kepada seluruh korban yang terdampak.***
