15 April 2026

Antrean Panjang di Pelabuhan Roro Dumai-Rupat, Nur Azmi Hasyim Minta Dishub Cari Solusi

cakaplahcom_dkhs4_134021_m
Bagikan Disini :

PEKANBARU, Cakrawalapos.id Ketua Komisi I DPRD Provinsi Riau, Nur Azmi Hasyim, meninjau Pelabuhan Roro jalur Dumai–Rupat, Ahad (15/3/2026). Tinjauan yang dilakukannya untuk melihat langsung kondisi antrean kendaraan serta kesiapan pelayanan penyeberangan menjelang arus mudik lebaran Idulfitri tahun 2026.

Peninjauan tersebut dilakukan setelah ia menerima laporan dari masyarakat terkait antrean kendaraan yang panjang di area pelabuhan.

“Kami menerima laporan dari masyarakat terkait antrean kendaraan yang cukup panjang di Pelabuhan Roro Dumai–Rupat. Karena itu kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya, sekaligus mencari langkah konkret agar pelayanan penyeberangan dapat berjalan lebih lancar menjelang arus mudik,” ujar Azmi, Senin (16/3/2026).

Dalam tinjauannya, Politisi Demokrat dari Dapil Dumai, Bengkalis dan Kepulauan Meranti itu juga melakukan pertemuan bersama Kepala UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I, Henri Mardani, beserta jajaran untuk mendapatkan penjelasan terkait kondisi operasional penyeberangan di pelabuhan tersebut.

Berdasarkan keterangan dari Kepala UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I, Azmi, antrean panjang kendaraan itu terjadi karena keterbatasan armada. Sehingga kendaraan yang hendak menyeberang terpaksa harus antre.

Dikatakannya, dari tiga kapal hanya dua kapal yang beroperasi. Satu kapal yang tidak beroperasi karena izin berlayarnya sudah mati.

“Dengan begitu, saat ini hanya tersedia dua kapal melayani penyeberangan secara bergantian. Kapasitas angkut kendaraan menjadi terbatas sehingga memicu terjadinya penumpukan kendaraan di pelabuhan,” katanya.

Karena terbatasnya armada tersebut, Azmi, meminta agar Dishub Provinsi Riau agar mencari solusi untuk menambah armada kapal.

“Mungkin bisa melakukan peminjaman salah satu armada roro yang ada di Kabupaten Bengkalis. Seperti pernah dilakukan oleh Pemkab Bengkalis pada saat pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Riau tahun 2025 di Bengkalis lalu,” sebutnya.

Azmi, juga mendorong agar dilakukan penambahan trip pelayaran pada lintasan Dumai–Rupat, khususnya pada jam-jam dengan volume kendaraan tinggi. Dengan meningkatnya frekuensi pelayaran, proses bongkar muat kendaraan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat sehingga antrean kendaraan dapat segera terurai.

Di sisi lain, dia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan fasilitas yang tersedia di kawasan pelabuhan, khususnya gedung pelayanan dan ruang tunggu penumpang, agar dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat yang menunggu antrean penyeberangan.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut sangat penting untuk memberikan rasa nyaman bagi pengguna jasa Roro, terutama saat terjadi antrean kendaraan yang cukup panjang.

Menanggapi laporan masyarakat yang disampaikan oleh Anggota DPRD Riau tersebut, Dinas Perhubungan Provinsi Riau melalui Kepala UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I, Henri Mardani, menyatakan kesanggupan untuk menambah trip pelayaran pada lintasan Dumai–Rupat.

Penambahan trip tersebut diharapkan dapat mengurai antrean kendaraan yang terjadi di pelabuhan, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode arus mudik tahun 2026.

Kemudian pihaknya juga mencoba untuk menyurati Pemkab Bengkalis perihal peminjaman armada kapal untuk diperbantukan di Pelabuhan Roro Dumai-Rupat Bengkalis dan fasilitas ruang tunggu bisa digunakan masyarakat yang menunggu antrean nantinya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *