15 April 2026

Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Tiba di Indonesia Sabtu

markas-unifil-di-lebanon-pasang-bendera-setengah-tiang-setelah-gugurnya-prajurit-tni-31032026-191338
Bagikan Disini :

Cakrawalapos.id Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi proses kepulangan tiga prajurit TNI yang gugur dalam tugas pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan sudah berjalan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan proses sesuai rencana diberangkatkan dari Beirut pada Jumat (3/4/2026) hari ini.

“Dijadwalkan tiba di Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu, 4 April 2026 sore hari,” kata Rico dalam keteranganya dikutip Jumat (3/4/2026).
Setibanya ketiga jenazah tiba di İndonesia dilaksanakan persemayaman militer di Lanud Halim Perdanakusuma sebelum diberangkatkan ke daerah masing-masing untuk dimakamkan secara militer.

Adapun ketiga prajurit yang gugur yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon.

“Kami akan terus menyampaikan perkembangan lebih lanjut apabila terdapat penyesuaian di lapangan,” tuturnya.

Prajurit TNI Gugur

Perlu diketahui kondisi eskalasi di Lebanon Selatan sedang meningkat, dampaknya delapan prajurit TNI menjadi korban, tiga di antaranya gugur akibat serangan saat konflik tersebut.

Di mana Insiden fatal ini terjadi hanya dalam waktu 24 jam pertama terhadap empat prajurit TNI yakni, Praka Farizal Rhomadhon gugur, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan akibat serangan militer Israel pada Minggu (29/3/2026).

Kemudian untuk serangan terbaru, berdasarkan laporan terjadi saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) terjadi saat pelaksanaan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU).

Diketahui CSSU adalah satuan pendukung yang bertugas memberikan dukungan bagi markas komando. Di mana dalam insiden itu, sedang melakukan konvoi dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.

“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, dimana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan,” sebut Aulia.

Sementara, dua prajurit lainnya yakni Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto menjalani luka yang saat ini telah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon.

Akibat serangan ini, TNI dalam melaksanakan penugasan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian tetap mengutamakan keselamatan prajurit dengan tetap meningkatkan kewaspadaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL.

“Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi, TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di Daerah Misi Lebanon,” tuturnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *